KESEBELASAN Kecamatan Ndona mempertahankan gelar juara Ipelmen Cup setelah pada final yang berlangsung di lapangan TNI AD, Kuanino-Kupang, Sabtu (30/5/2009), menang 2-0 atas Maukaro. Dua gol kemenangan Ndona dicetak oleh Lorens Lay dan Ferdy Pere.

Pertandingan kedua tim berlangsung menarik. Saling mengenal karakter permainan lawannya, serangan yang dibangun cukup berimbang. Ndona yang mengandalkan umpan-umpan panjang, tetap mengandalkan Ferdy Pere di depan. Sementara permainan Maukaro yang dikoordinir Alfons cukup taktis untuk mematikan Ferdy Pere. Nero yang menjadi palang pintu Maukaro cukup dingin untuk menghalau serangan lini depan Ndona.

Namun, strategi Maukaro untuk menjaga ketat pergerakan Ferdy Pere justru menjadi bumerang bagi mereka. Tekanan beruntun yang dibangun memaksa libero Maukaro untuk menjatuhkan Ferdy Pere dalam kotak penalti. Dan, Lorens Lay yang menjadi algojo dengan sempurna menaklukkan kiper Maukaro.

Keunggulan satu gol tidak membuat Ndona langsung menguasai permainan. Maukaro yang bertekad merebut predikat juara dari Ndona berusaha menyerang dari semua lini. Namun, upaya mereka tak membuahkan hasil, karena justru Ndona yang mencetak gol keduanya lewat Ferdy Pere. Gol Ferdy bertahan hingga pertandingan usai.

Manajer Ndona, Ambros Ngada yang mengomentari prestasi timnya mengatakan sangat bangga. "Meski ini hanya antar-kecamatan se-Kabupaten Ende di Kupang, namun kualitas permainan mereka sudah cukup membanggakan. Saya kira kesebelasan kami sudah siap untuk bersaing dengan klub-klub lain yang ada di Kota Kupang," ujarnya. (eko)

Pos Kupang edisi Senin, 1 Juni 2009 halaman 12





Ndona ke Final Ipelmen Cup

TIM asal Kecamatan Ndona memastikan tiket final kejuaraan sepakbola antar- kecamatan se-Kabupaten Ende di Kupang, Ipelmen Cup 2009. Dalam semifinal yang berlangsung di lapangan TNI AD, Kuanino, Kupang, Ndona menang 2-0 atas Kecamatan Ndori.

Didukung sejumlah pemain berkualitas, Ndona bermain sangat taktis. Lorens Lay yang mengkoordinir lini tengah Ndona mampu menguasai irama permainan. Hal ini membuat Ndona mampu menekan Ndori sejak awal babak pertama.

Meski demikian, Ndona baru bisa mencetak gol ketika pertandingan sudah memasuki menit ke-25. Ferdy Pere, pemain PS Kota Kupang ini dengan skil yang sempurna berhasil mengecoh kiper Ndori. Keunggulan Ndona langsung memicu anak-anak Ndori untuk menekan. Beberapa peluang berhasil mereka ciptakan, namun cemerlangnya penampilan kiper Ndona membuat semua peluang tersebut berhasil dimentahkan.

Babak kedua pertandingan yang dipandu Gery tersebut berlangsung menarik. Ingin mengejar ketinggalannya, Ndori mengambil inisiatif serangan. Meski demikian, mereka tetap kesulitan dan malah Ndona yang lagi-lagi mencetak gol keduanya lewat Gusti Ceme, beberapa saat sebelum wasit meniup pluit panjang.

Manajer Ndona, Ambros Ngada yang ditemui usai pertandingan mengaku puas dengan hasil tersebut. Meski sempat tegang karena Ndori juga memiliki peluang gol, namun Ambros memuji kedisiplinan permainan anak-anak asuhannya. "Kami sudah siap bermain di final, siapapun lawannya," ujar Ambros Ngada. (eko)

Pos Kupang edisi Rabu, 27 Mei 2009 halaman 12

IKEF Gelar Pengobatan Gratis

KUPANG, PK -- Ikatan Keluarga Ende Flores (IKEF) Kupang, Sabtu (23/5/2009), menggelar pengobatan gratis bagi warga Kelurahan Alak, Kecamatan Alak. Sedikitnya, 200 warga mendapat pelayanan kesehatan pada kegiatan yang dipusatkan di teras kantor Kelurahan Alak itu.

Ketua IKEF Kupang, Dra. Sisilia Sona, saat ditemui di sela-sela kegiatan pengobatan mengatakan, tujuan digelarnya pengobatan gratis, yakni untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat dan sebagai wujud kepedulian IKEF terhadap sesama, khususnya yang berada di kelurahan pinggiran Kota Kupang.

Kegiatan ini, jelas Sona, merupakan salah satu program kerja dari IKEF, khususnya dalam bidang kemasyarakatan. Menurutnya, ini merupakan salah satu program andalan IKEF. Dikatakan, kegiatan pengobatan gratis direncanakan setiap tiga bulan sekali, khusus untuk warga masyarakat yang bermukim di kelurahan pinggiran.

"Kami melaksanakan kegiatan ini tidak dikhususkan untuk masyarakat asal Kabupaten Ende yang ada di kelurahan pinggiran, tetapi seluruh masyarakat," kata Sona.

Tujuan lain dari kegitan ini, demikian Sona, yakni mempermudah masyarakat dalam memperoleh obat-obatan secara gratis.

Koordinator para dokter, dr. Yudit Anakota mengatakan, delapan orang dokter terlibat dalam kegiatan pengobatan gratis, dengan spesialisasi penyakit masing-masing.
Nurhayati, salah satu warga Alak yang ditemui terpisah mengatakan, kegiatan pengobatan gratis ini sangat membantu masyarakat.

"Anak saya, Jaya (2 tahun) dan Kadija (4 bulan), keduanya menderita penyakit batuk dan pilek. Kebetulan ada pengobatan gratis maka saya bawa keduanya untuk mendapat pemeriksaan dan obat gratis," kata Nurhayati. 

Lurah Alak, Yohanis Adu, S.Sos menyampaikan terima kasih kepada pengurus IKEF yang peduli terhadap permasalahan kesehatan di Kelurahan Alak.

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya satukali saja dilakukan para pengurus IKEF, tetapi kalau bisa, ada kesinambungannya," kata Adu. (den)

Sumber: Pos Kupang, koran terkemuka di NTT

KESEBELASAN Maukaro berhasil merebut tiket terakhir ke babak semifinal turnamen sepakbola antar-kecamatan se-Kabupaten Ende di Kupang yang digelar Ipelmen Ende. Tiket semifinal direbut setelah dalam pertandingan terakhirnya di lapangan TNI AD, Kuanino-Kupang, Minggu (24/5/2009), menang 2-0 atas Ndona Timur.

Dengan hasil ini, Maukaro akan bertemu Nangapanda di semifinal yang akan digelar, Selasa (26/5/2009). Partai semifinal lainnya akan terjadi antara Ndona melawan Ndori.

Ndona, juara bertahan yang masih diunggulkan untuk mempertahankan gelarnya menutup babak penyisihan dengan kemenangan telak 5-0 atas Watuneso. Kalah atau menang tetap lolos, Ndona yang menurunkan semua pemain terbaiknya ternyata bukan lawan yang sepadan bagi Watuneso.

Ferdy Pere, striker PSKK yang memperkuat Ndona, benar-benar menjadi momok bagi pertahanan Watuneso. Kualitas permainan yang masih satu kelas di atas pemain bertahan Watuneso, membuat Ferdy Pere memborong lima gol bagi Ndona.

Manajer Ndona, Ambros Ngada yang mengomentari hasil pertandingan tersebut mengatakan, timnya hanya ingin bermain sebaik mungkin. Ambros mengakui kalau lawannya di babak semifinal, yakni Ndori merupakan tim yang solid dan sukar dikalahkan. Untuk itu, meski sudah pasti lolos, dia tetap meminta anak-anak asuhannya untuk bermain total sehingga jangan terbiasa untuk menganggap remeh lawannya. (eko)

Sumber: Pos Kupang koran terbesar di NTT

BERMAIN imbang 2-2 melawan Detusoko dalam pertandingan di lapangan TNI AD, Kuanino, Kupang, Sabtu (23/5/2009), Ndori berhasil meraih satu tiket ke babak semifinal turnamen sepakbola Ipelmen Cup 2009. Ndori lolos sebagai runner-up mendampingi Nangapanda A.

Di semifinal yang akan berlangsung, Selasa (26/5/2009), Ndori akan melawan tim kuat, Ndona yang sudah lebih dahulu lolos. Partai semifinal lainnya akan berlangsung antara Nangapanda A melawan runner-up Grup B yang masih diperebutkan antara Maukaro dan Ndona Timur.

Lolosnya Ndori ditentukan saat melawan Detusoko. Target minimal meraih hasil imbang untuk lolos membuat anak-anak Ndori bermain sangat tenang. Hal ini sangat berbeda dengan Detusoko yang butuh kemenangan untuk bisa lolos.

Detusoko nampak berusaha untuk menguasai permainan yang dipandu wasit Gery tersebut. Upaya mereka berhasil ketika Alfons dan Frids mencetak dua gol bagi mereka untuk membuka peluangnya. Namun, upaya mereka mempertahankan keunggulannya tidak dilakukan dengan disiplin. Stamina yang menurun di babak kedua membuat mereka kecolongan. Ndori yang ingin lolos berhasil membalas lewat gol Jacky dan Adi. Kemenangan ini langsung membuat Detusoko tersingkir.

Pertandingan lainnya, ambisi Nangapanda B untuk membuka peluangnya lolos ke semifinal tertutup saat melawan Pulau Ende. Harus menang agar bisa lolos, membuat Sony dkk berusaha untuk menekan Pulau Ende. Beberapa peluang berhasil tercipta, namun selalu digagalkan kiper Pulau Ende, Jaka. Pulau Ende yang sudah pasti tersingkir meski menang, justru mencetak satu buah gol lewat Jacky Leba beberapa saat sebelum pertandingan usai. (eko)

Sumber: Pos Kupang

KUPANG, PK -- Dra. Sisilia Sona yang saat ini menjabat Sekretaris DPRD NTT (Sekwan) dilantik menjadi Ketua Badan Pengurus Ikatan Keluarga Kabupaten Ende-Flores (IKKEF) Kupang di Gedung Olahraga (GOR) Oepoi, Kupang, Sabtu (31/1/2009) petang.

Acara ini juga dihadiri Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Ketua DPRD NTT, Drs. Melkianus Adoe, Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, dan para sesepuh warga etnis Ende di Kota Kupang. Para pengurus IKKEF mengenakan pakaian adat Ende saat acara pelantikan itu. 

Dalam sambutannya, Sisilia Sona mengatakan, warga etnis Ende yang ada di Kota Kupang mendukung program Gubernur NTT untuk menjadikan Propinsi NTT sebagai propinsi koperasi. "Saat ini di Kota Kupang ada 70 kelompok arisan etnis Ende.

Ada kelompok arisan etnis Ende yang berasal dari satu kampung, kelompok arisan etnis Ende yang berasal dari satu desa, dan ada kelompok arisan etnis Ende yang berasal dari satu Kecamatan. Kalau saja kelompok-kelompok arisan ini berkembang menjadi koperasi, maka program Pemerintah Propinsi NTT pasti akan terjawab," kata Sisilia Sona.


Selain itu, kata Sona, warga etnis Ende yang ada di wilayah Kota Kupang juga mendukung program Walikota Kupang, yakni Kupang Green and Clean (KGC). IKKEF mengharapkan, Pemerintah Kota Kupang bisa memberikan jatah satu bagian lokasi yang bisa ditanam warga etnis Ende sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi warga etnis Ende di Kupang terhadap program KGC.

Mengenai program kerjanya memimpin IKKEF, Sisilia Sona mengatakan, hal pertama yang akan dilakukan bersama badan pengurus IKKEF adalah mengembalikan kepercayaan warga etnis Ende kepada badan pengurus IKKEF yang selama ini hilang. Upaya awal yang akan dilakukan adalah mengunjungi kelompok-kelompok arisan warga etnis Ende yang ada di Kota Kupang.

Mewakili Badan Pengurus IKKEF yang lama, Yukundianus Lepa mengatakan, jumlah warga etnis Ende di Kota Kupang saat ini yang tergabung dalam 70 kelompok arisan merupakan jumlah yang tidak sedikit. Sewajarnya di Kota Kupang ada empat anggota DPRD yang mewakili suara warga etnis Ende.

Yukun mengajak warga etnis Ende di Kota Kupang selalu bersatu dan bekerja sama ikut membangun Kota Kupang. Ajakan yang sama juga disampaikan sesepuh warga etnis Ende di Kota Kupang, Wilhelmus Wolo, S.H. Wolo meminta warga etnis Ende di Kota Kupang bersatu dan tidak terpecah-pecah.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam sambutannya, mengatakan, di Kota Kupang ada banyak etnis, dan salah satu etnis yang ada di Kota Kupang adalah etnis Ende. "Kita butuh kebersamaan untuk maju. Mari sehati sesuara membangun NTT," kata Lebu Raya. (*)


Perempuan pertama....

Selama ini pemimpin etnis pada umumnya termasuk pemimpin etnis Ende adalah laki-laki. Dikukuhkannya Sisilia Sona sebagai Ketua Ikatan Keluarga Kabupaten Ende-Flores (IKKEF) di Kota Kupang pada acara pelantikan badan pengurus IKKEF di gedung Olah raga (GOR) Oepoi Kupang, menoreh cerita kalau Sisilia Sona merupakan perempuan pertama yang menjadi pemimpin etnis Ende di Kota Kupang.

Bagi Sisilia Sona sendiri, kepercayaan pada dirinya untuk memimpin warga etnis Ende di Kota Kupang melalui wadah IKKEF merupakan peristiwa menarik. Artinya, menjadi seorang pemimpin etnis tidak harus seorang laki-laki tetapi jika seorang perempuan dinilai mampu menjadi pemimpin maka tidaklah salah kalau seorang perempuan diberi kepercayaan memimpin etnisnya. Hal ini diungkap Sisilia Sona pada acara pelantikan dirinya dan badan pengurus IKKEF yang berlangsung di GOR Oepoi Kupang, Sabtu (31/1/2009) petang.

Keberadaan Sisilia Sona sebagai perempuan pertama yang menjadi pemimpin etnis Ende juga mejadi kebanggaan Gubernur NTT, Frans Leburaya. Pada kesempatan yang sama di GOR Oepoi Kupang, Sabtu (31/1/2009) petang, Gubernur NTT, Frans Leburaya mengatakan, karena kemampuannya Sisilia Sona juga telah dipercayakan Gubernur NTT menduduki jabatan sebagai Sekretaris DPRD (Sewan) Propinsi NTT. Sehingga, ditengah banyaknya kesibukan sebagai sekwan di DPRD Propinsi NTT, Sisilia Sona diharapkan mampu membagi tugasnya secara baik tetelah memperoleh kepercayaan menjadi ketua IKKEF.

"Sehari-hari ibu Sisilia Sona saya percayakan menduduki jabatan sebagai sekretaris DPRD Propinsi NTT. Tentu banyak tugas yang ia kerjakan sebagai sekwan tersebut. Tapi saya bangga juga karena Sisilia Sona menjadi perempuan pertama yang menjadi pemimpin etnis Ende. Saya berharap semuanya bisa berjalan secara baik dalam mengemban kepercayaan yang diberikan," kata Leburaya.

Sisilia Sona adalah istri dari Fransiskus Wara, S.H mantan Panitera Muda Pidana di Pengadilan Negeri (PN) Kupang. Sebelum menjadi Sekretaris DPRD Propinsi NTT, Sisilia Sona pernah menjadi Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Setda Propinsi NTT. (*) 

Sumber: Pos Kupang

Pemkab Ende Kurangi Jumlah SKPD

KUPANG, PK -- Bupati Ende terpilih, Drs. Don M Wangge menegaskan, tahap awal yang akan dilakukan bersama wakilnya, Ahmad Muchdar usai dilantik bulan April 2009 nanti, yakni menata birokrasi. Dalam penataan itu jumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) akan dikurangi guna merampingkan struktur birokrasi.

Donbosco Wangge mengatakan itu pada acara tatap muka bersama Ikatan Keluarga Kabupaten Ende Flores (IKEF) di Kota Kupang yang digelar di Hotel Oriental-Kupang, Selasa (17/2/2009) malam.

"Tahap pertama yang akan kami lakukan setelah kami dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Ende nanti, yaitu penataan birokrasi. Kami akan menempatkan seseorang dalam suatu jabatan berdasarkan kemampuan atau kualitas orang tersebut dan bukan berdasarkan kedekatan," ujarnya.

Wangge juga mengatakan akan melakukan restrukturisasi birokrasi karena jumlah SKPD cukup membengkak sehingga menjadi kaya struktur miskin fungsi. SKPD yang selama ini berjumlah 15 dinas/badan/kantor akan dikurangi menjadi 10 atau 11 SKPD saja. SKPD yang dirasakan kurang terlalu berperan akan dilebur dengan SKPD lain.

"SKPD harus dikurangi karena selama ini APBD Kabupaten Ende lebih banyak dipakai untuk biaya pegawai sehingga yang diperuntukan bagi rayat menjadi berkurang. Sementara tantangan utama di Kabupaten Ende saat ini adalah kemiskinan. Di Kabupaten Ende jumlah KK miskin mencapai 26.612 KK. Ini tantangan yang harus menjadi perhatian kami," tambahnya.

Selain masalah kemiskinan, kata Wangge, juga ada masalah bidang kesehatan dan pendidikan. Sekitar 1.500 anak lebih di kabupaten ini yang mengalami kurang gizi atau gizi buruk. Begitupun ketersediaan tenaga dokter, terutama dokter ahli yang terbatas di Kabupaten Ende membuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat belum dilakukan secara optimal.

"Di bidang pendidikan, menurut saya pendidikan di Ende sedang berjalan menuju jurang kematian. Tahun '70-an sampai '80-an Ende menjadi tolak ukur pendidikan di NTT tapi saat ini Ende menduduki urutan 17 dari kabupaten/kota di NTT dalam bidang kelulusan siswa," tegasnya.

Mengatasi masalah pendidikan ini, ia mengajak orang tua asal Ende di Kota Kupang dan warga Kabupaten Ende untuk mengizinkan anak-anak mereka menjadi guru karena saat ini Ende masih kekurangan guru terutama guru sekolah dasar. Selain masalah tersebut, ia juga menyampaikan hal-hal lainnya yang menjadi visi dan misi serta program paket Doa memimpin Kabupaten Ende, lima tahun ke depan.

Ketua IKEF di Kupang, Sisilia Sona pada kesempatan itu mengatakan, IKEF siap mendukung Paket Doa dalam memimpin Ende lima tahun ke depan. IKKEF juga selalu berharap ditangan paket Doa masyarakat Kabupaten Ende menjadi lebih baik dan sejahtera. Hal yang sama dikatakan Sesepuh masyarakat asal Ende di Kupang, Drs. Wilhelmus Wolo. (*)

Sumber: Pos Kupang

KESEBELASAN Detusoko kini akan menjadi ancaman baru bagi tim-tim unggulan yang ikut dalam turnamen sepakbola Ipelmen Cup 2009. Tidak diperhitungkan, Detusoko berhasil mengalahkan Ende 1-0 dalam pertandingan di lapangan TNI AD Kuanino-Kupang, Kamis (14/5/2009).

Ende, sebenarnya tidak bermain jelek dalam pertandingan ini. Lini tengah justru mereka kuasai. Penempatan posisi yang bagus membuat Ende mampu mendikte permainan Detusoko. Hal ini membuat Detusoko berusaha untuk menyerang lewat bola-bola panjang dari belakang langsung ke depan.

Strategi ini cukup berhasil. Baru sebelas menit pertandingan berjalan, Detusoko berhasil menjebol gawang Ende. Sebuah umpan bola lambung dari belakang disambut dengan sundulan sempurna oleh Liven untuk membobol gawang Ende. Anak-anak Ende tersentak. Tekanan beruntun yang mereka bangun sempat mengancam pertahanan Detusoko, namun mereka tetap kesulitan mencetak gol.

Mandulnya lini depan Ende terus nampak di babak kedua pertandingan yang dipandu Musa dibantu Regan dan Nelson itu. Beberapa umpan dari tengah selalu gagal dimaksimalkan menjadi gol. Hal ini akibat dari aksi sapu bersih pemain belakang Detusoko yang berhasil mengamankan keunggulannya hingga pertandingan usai. (ee)

Pos Kupang 15 Mei 2009, halaman 12

PERTANDINGAN hari kedua turnamen sepakbola Ipelmen Cup II 2009, Rabu (13/5/2009), menampilkan dua partai yang sama-sama berakhir imbang. Nangapanda B bermain imbang 1-1 saat melawan Ndona Timur, sedangkan Nangapanda A dan Ndori bermain tanpa gol. 

Pertandingan antara Nangapanda B melawan Ndona Timur berlangsung menarik. Saling menyerang antara kedua tim berlangsung sejak menit awal pertandingan. Namun, pada menit ke-29, Ndona Timur berhasil mengungguli lawannya. 

Tendangan Victor, pemain bernomor punggung 13 dari luar kotak penalti, berhasil membobol gawang Nangapanda. Kedudukan 1-0 untuk Ndona Timur bertahan hingga turun minum.

Usai turun minum, Nangapanda berusaha mengejar ketinggalannya. Mereka terus mengutak-atik pertahanan lawannya. Dan, memasuki menit ke-62 perjuangan anak- anak Nangapanda membuahkan hasil. Sebuah umpan dari belakang, tidak disia- siakan Ivan yang dapat menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol itu menjadi yang terakhir dalam pertandingan yang dipimpin Regan dibantu Nelson dan Ferdi.

Pertandingan lainnya yang dipimpin wasit Nelson dibantu Regan dan Ferdi berakhir tanpa gol. Nangapanda A dan Ndori yang menurunkan semua pemain terbaiknya sebenarnya sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol. Saling mengancam gawang lawan terjadi beberapa kali selama 90 menit pertandingan berlangsung. 

Nangapanda A yang mengenakan kostum putih garis merah sempat membuat Ndori kewalahan di lini tengah. Namun begitu memasuki pertahanan Ndori yang memakai kostum orange, selalu berhasil dipatahkan. (ee) 

Pos Kupang 14 Mei 2009 halaman 12

JUARA bertahan, Kecamatan Ndona, langsung meraih hasil positif dalam kejuaraan sepakbola antar-mahasiswa asal Kabupaten Ende di Kupang, Ipelmen Cup II. Dalam pertandingan perdananya di lapangan TNI AD Kuanino-Kupang, Selasa (12/5/2009), Ndona mengalahkan Kecamatan Maukaro dengan skor 2-0.

Pertandingan kedua tim yang disaksikan ratusan penonton tersebut berlangsung menarik. Ndona yang diperkuat beberapa pemain PSKK, seperti Kiser Mbou dan Ferdy Pere bermain sangat taktis. Kiser yang mengkoordinir lini belakang Ndona bermain cukup tenang sehingga anak-anak Maukaro kesulitan untuk masuk menyerang.

Baru lima menit pertandingan berjalan, Ferdy Pere sudah mencetak gol pembuka bagi Ndona. Skil sempurna yang dipertontonkan Ferdy membuat lini belakang Maukaro yang nampak belum siap tak sanggup menahan serbuan Ferdy. 

Pertandingan selanjutnya berlangsung menarik. Tersentak dengan kebobolan tersebut, anak-anak Maukaro berusaha membangun serangan dari semua lini. Dan, upaya tersebut membuahkan hasil karena dua menit setelah gol Ferdy, Alfons berhasil menyamakan kedudukan. 

Saat kedudukan imbang, kedua tim saling menyerang dengan berimbang. Namun, sebelum turun minum, Ndona yang berhasil mencetak satu gol lewat Yasmin Seto. Gol ini bertahan hingga turun minum. Di babak kedua pertandingan yang dipimpin Ragen dibantu Umbu dan Musa Luluporo tersebut kedua tim berusaha mengambil inisiatif serangan. Meski demikian, hingga wasit meniup pluit panjang, tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Asisten III Sekot Kupang, Drs. Max Halundaka saat membuka event tersebut mengatakan harapannya agar tim peserta bermain secara sportif. Ia berharap selain mengejar juara, jalinan kekerabatan dan kekeluargaan bisa dibangun melalui sepakbola. 

Ketua Ikatan Keluarga Ende Flores, Dra. Sisilia Sona, dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari event tersebut adalah untuk lebih mempersatukan orang-orang asal Ende yang ada di Kupang. Ketua Panitia, Gabrial Kia melaporkan, event tersebut diikuti 11 klub dari kabupaten yang ada di Ende. (ee)

Pos Kupang 13 Mei 2009 halaman 12



Copyright 2006| Blogger Templates by GeckoandFly modified and converted to Blogger Beta by Blogcrowds.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.